Sunday, January 11, 2009

Training (Bikin Senang Keluarga)

Training ini bukanlah trainingnya eksmud yang kerja di kantoran tapi training di warung makan BSK(Bikin Senang Keluarga) milik Bu Lik ku. Ceritanya liburan kemarin itu bingung mau ngapain jadi akhirnya mengajukan diri untuk belajar masak ethok - ethok’e. Karena kata Bu Lik ku kalo punya suami nanti, resep biar suami betah dirumah itu pegang aja perutnya, maksudnya sebagai perempuan kita harus bisa masak yang enak jadi suami gak usah jajan diluar, gitu lho:-).Training ini hanya berlangsung 3 hari karena hari ke-4 flu ku kambuh.

Sebenarnya sich dengan ikut terlibat langsung pekerjaan diwarung makan ini aku jadi bisa belajar secara keseluruhan bagaimana cara mengelola sebuah warung makan, walapun tidak langsung jadi expert tapi setidaknya bisa tahu bagaimana pembagian tugas untuk persiapan pesanan makanan, bagaimana menangani pelanggan kalo pas lagi ramai, trus bagaimana juga memonitor pesanan apakah sudah dipenuhi semua, bagaimana juga agar pesanan tidak double dan lain sebagainya.

Secara sekilas Bu Lik juga cerita bagaimana perhitungan seekor kambing yang dibuat sate bisa dianggap menguntungkan, bisa dihitung dari berapa tusuk sate yang bisa dihasilkan dari daging kambing tersebut. Wah, pastinya lebih njlimet kalau mau tahu lebih detil dan tentunya perlu waktu lebih lama lagi, tapi sementara ini untuk menge-test ketertarikan ke usaha makanan dan masak – memasak rasanya training ini cukup membantu juga.

Akhirnya pagi itu aku dijemput Mbak Mish, tukang masaknya. Berhubung masih pagi ya belum ada pembeli jadi sebagai warming up aku membantu menyiapkan sayur-sayuran untuk sop dan yang lainnya yang ringan2. Jadi kalau pagi yang aku kerjakan dulu adalah membersihkan wortel kemudian dipotong-potong untuk campuran dianeka sop yang dijual. Setelah itu dilanjutkan dengan memotong labu siam/welok yang tinggal kerangkanya karena dagingnya sudah diambil untuk es buah, kemudian potongan labu siam ini ditumis untuk makan mbak dan mas yg kerja disitu karena sudah pada bosen makan daging mulu.
Sementara yang perempuan sibuk didapur, mas2 yang lain sibuk membersihkan bagiannya masing-masing seperti ruangan makan, perkakas makan, dll. Dan ternyata pagi2 melihat ruang makan yang baru dibersihkan koq menarik sich, jadilah ambil gambar dulu.

Gambar dibawah ini adalah ruang makan yang lesehan, tempatnya anak2 pacaran. Rencananya sekatnya mau dibuat transparan biar mereka tidak kelamaan dan kebetahan nongkrong disini ama pacarnya. Oya, disediakan Mushola juga didekat taman kecil itu.


Ini ruangan makan yang memakai kursi plastik.


Gambar-gambar diatas kelihatan menarik apalagi ditambah terpaan sinar matahari pagi.

Setelah agak siang biasanya Wawan sang Juragan bakso akan datang dengan membawa satu ember adonan bakso yang siap dicetak. Siap dech membantu Wawan meremas-remas bakso supaya bulat dan bundar untuk dimasukkan ke air mendidih biar mateng dan kenyal. Biasanya bakso yang dibuat itu ada 2 ukuran yaitu bakso yang kecil2 standar dan bakso yang besar, kalo aku cukup dengan membantu membuat bakso yang kecil, karena jumlahnya lebih banyak jadi kekecilan ataupun kegedean dikit ya gak terlalu keliatan. Sekedar untuk info Wawan membuat adonan baksonya ini campurannya adalah sbb:
Daging 5 kg, urat 2.5 kg, tepung tapioka secukupnya dan telur sebagai pengembang trus dicampur beberapa bumbu seperti garam, bawang, merica biar rasanya yahud.

Beginilah cara meremas adonan bakso biar jadi bulat dan bundar:
Ambil adonan secukupnya, remas dan remas sampai berasa sudah lentur ditelapak tangan, tekan kearah ibu jari. Adonan yang keluar di antara ibu jari dan telunjuk akan membentuk bulatan, lalu bulatan tersebut diambil dengan sendok kecil dan langsung bulatan tersebut dimasukkan ke dalam wajan yang berisi air mendidih hingga matang. Disediakan dua wajan air mendidih, yang satu untuk bulatan yang baru dibentuk, sementara yang satunya lagi untuk bulatan bakso dari wajan pertama. Bulatan bakso yang sudah mengapung diwajan pertama biasanya sudah bisa dipindah ke wajan yang ke dua sebelum akhirnya ditiriskan dan dibiarkan dingin, setelah dingin kemudian dimasukkan dalam plastik untuk disimpan dikulkas. Biasanya bakso disimpan dikulkas bisa tahan 1 bulan.

Ternyata jualan bakso ini inspiratif karena laba dari warung makan BSK ini 40% sendiri berasal dari bakso

Lebih jelasnya inilah foto sang pakar pembuat bakso, serius banget ya….lihat dech bulatan besar diantara ibu jari dan telunjuk yang siap diambil dengan sendok…bakso yang sedang dicetak adalah bakso yang besar.

Ini bakso-bakso yang sudah dingin dan siap disimpan di kulkas.

Ada satu hal yang aku baru ngrasa ternyata gak mudah ya jadi pelayan apalagi ketika pembeli lagi ramai. Pada libur 1 Muharam kemarin, warung kedatangan ibu-ibu pengajian Aisyah sebanyak 1 bis dan 1 mobil kijang, berhubung repot akhirnya aku keluar dapur juga membantu menyajikan pesanan.
Nah…pada saat menyajikan itu ternyata ibu-ibu ini banyak pesanan yang membuat kepalaku jadi *tuing2*, ya iyalah dalam waktu yang hampir bersamaan mereka memanggil dan menyebutkan pesanannya, aku yang gak biasa ngadepin itu jadi keder juga. Setelah hidangan aku letakkan ke meja yang sesuai dengan pesanan trus akhirnya kudatangi satu2 untuk memastikan pesanannya, meja yang satu pesan bakso dibungkus 2 tanpa mie, meja yang satu lagi pesan air teh tawar trus meja yang satu lagi bilang bahwa es buah yang dimejanya adalah bukan pesanannya. Untung Bu Lik dari meja kasir terus memonitor juga jadi bisa langsung membantu, jadi saat sang es buah tidak diakui oleh pembeli di meja tersebut maka beliau langsung menunjukkan nomer meja yang benar yang memesan es buah tersebut,jadi aku bisa langsung pindahkan es buah tersebut ke meja yang sesuai. Wah, keringetan juga dech…

Disini jadi sadar biasanya kalo kita makan dirumah makan khan suka asal panggil pelayan dan langsung pesen aja maunya kita tanpa peduli kalo dia sedang konsentrasi untuk kerjaan yang lain, karena khan customer is the king. Tapi kalo yang sudah biasa sich mungkin gak akan keder kayak aku karena memang itu kerjaannya.

Aku kemarin gak sempet foto makanan yang dijual secara lengkap karena jam 4 sore sudah harus pulang, capek juga bo….
Tapi ada beberapa foto yang sempet diambil sich sbb:
Soto Betawi saat masih didapur…

Nasi Goreng Oriental

Sop Tangkar yang siap disajikan

Kalau aku makan disini yang ada enak dan enak banget karena memang seperti masakan rumahan…Kepikir enak juga kali ya nanti kalo punya warung makan sendiri sebagai kegiatan alternative yang menghasilkan, makan kenyang dan uang juga dapat.

Untuk teman-teman yang suka pulang ke Jawa lewat jalur Selatan(Bandung-Tasikmalaya-Banjar-Majenang dst..) pasti bisa menemukan warung makan BSK ini, alamat tepatnya adalah:

Warung BSK
Jln Tanjung- Wanareja(depan Puskesmas Wanareja),
Tlp 0280-6260215, Hp 081567886788
Wanareja itu merupakan kota kecamatan perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat, setelah melewati Banjar Patroman kemudian Mergo dan gak lama kemudian akan masuk Wanareja, untuk mencapai warung makan BSK maka bisa masuk dari depan masjid dialun –alun wanareja.

Makanan yang disediakan oleh warung makan BSK(Bikin Senang Keluarga) ini antara lain adalah Bakso, Mie Ayam, Mie Goreng , Sate Kambing/Sapi, Sop Tangkar/Buntut, Tongseng, Babat Gongso, Soto Betawi, Gulai Daging Sapi, , Nasi Goreng, dll.

Mampir ya, kali2 bisa ketemu Wawan sang pembuat bakso dan dapat gratis pula:-)
(Tapi jangan lupa bilang dapat referensi dari aku)

2 comments:

niEn.. said...

tempatnya cozy ya mba.. memang sih gak kaya tempat cozy standar jakarta.. tapi ini kayanya dapet banget suasana rumahnya. btw, aku tertarik tuh ama tempat pacarannya. hihihihi..

debbie said...

gw mo telpon wawan ah, minta delivery gongso mentah nya ke jakarta :D