Saturday, April 26, 2008

Cara membuka sebuah cafe/resto



Tulisan ringan ini diringkas berdasarkan diskusi di web Kaskus-the largest Indonesian community, lumayan bisa untuk preliminary idea untuk buka warung atau kerennya café kalo udah punya duit.

Singkatnya untuk membuka sebuah café idealnya diperlukan adanya Rumus 6 P yaitu:

1. Place
2. Product
3. Price
4. Presentation
5. Parking
6. Promotion and promotion

Dari ke 6 P diatas yang agak bingung adalah Presentation. Yang dimaksudkan Presentation disini adalah up to date, means selau mengikuti tren makanan, variasi makanan yang selalu berubah, agar selalu berbeda, selain itu juga mencakup grooming, performance, cleanliness, penyajian, timing, etc.

Sedangkan untuk Product adalah equipment food and beverage, artinya menggunakan product makanan yang bagus, sesuai dengan taraf/ciri café tersebut, contoh seafood itu harus pakai kualitas yang bagus, fresh, OKO(order kitchen open), begitu juga dengan steak harus menggunakan daging dengan kualitas yang bagus dan OKO juga.

Langkah berikutnya yang tidak ringan dan lebih real adalah

Tahap pertama :

- Hunting Locations
- Market ( Guest Level )
- Concept (style,product,services)

Tahap kedua :

- Investor ( Penanam Modal )
- Partnership ( Sponsors )
- Organisasinya.
- Assets
- Employees

Tahap ketiga :

- SIUP / IMB
- Izin Bentuk Usahanya
- AD/ART
- Realisasinya
- Promotion..

Kemudian jangan lupa juga ditargetkan mengenai BIP(Back Investment Profit), dan juga perlu disikapi adanya competitor dan faktor X.

Membuka usaha itu memang tidak mudah, apalagi kalo single fighter, tapi bagaimana kalo buka warung makan kecil-kecilan dulu…????

Mungkin kalo warung makan kecil-kecilan khan belum pusing mengenai masalah hukum, AD/ART, Investor partnership dan UU ketenaga kerjaan.
Tapi tidak salah juga bila ada modal mau langsung terjun ke café yang sesungguhnya, mungkin untuk detailnya boleh minta brosur ke kantor walikota terdekat pada bagian subdinas pariwisata atau minta info mau izin usaha ke resepsionist nya.

Semua diatas pasti akan bikin pusing kalo emang mau serius tapi kalo cuman sekedar iseng sich gak perlu repot:-)

Tapi kata Arai, “Bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpmu....”.

* Foto diatas adalah kari ayam yang kita bikin waktu kursus masak di Chiang Mai.

Saturday, April 19, 2008

No More Allergic Please....


Inilah tampang orang Jawa yang kena alergi obat, mata sipit, kelopak mata bengkak, diatas hidung juga bengkak, mata berair trus agak perih, sebenarnya risih, silau gitu jadi maunya diucek2.Kalo matanya sendiri sich gak sakit tapi gak bisa liat juga sampe harus mendongak untuk bisa melihat tapi tetep aja gak jelas.

Ceritanya bermula ketika aku nonton serial di TV "Prison Break" sambil nyalin nota kuliah, filmnya khan tegang jadi akupun sampe ngumpet2 kalo pas lagi seru2nya, biasalah penasaran tapi takut. Waktu itu hampir jam 12 malam dan film hampir habis ketika tiba2 mataku berair dan gatal2, aku pikir karena lelah mataku nonton dan nulis sekaligus, aku ucek2 malah tambah berair, akhirnya aku ambil air wudlu sekalian sholat Isya. Oya, sebelumnya aku minum obat sakit kepala merk PoldanMig dan aku sempet ngomong sama Vera,"V, emang ya obat itu ada morfinnya jadi aku rasanya sekarang happy n enteng abis minum obat....,". Tapi setelah sholatpun gak berangsur sembuh malah rasanya semakin berair dan bengkaknya tambah besar. Aku coba bawa tidur, tapi efeknya aku malah bersin2 dan ditenggorokan terasa lebih sakit. Kebetulan aku masih ada obat alergi dinginku yang memang aturan minumnya sekaligus 2, akhirnya aku minum obat itu. Bersinnya mendingan dan akupun bisa tidur setelah sempet beberapa lama tersiksa dengen hidung meler dan tenggorokan sakit.Sambil merasakan sakit aku mikir kenapa ya...apa karena aku minum teh anget sebelumnya, atau karena makan sayur kecipir yang aku campur ikan teri? Atau karena di pipiku sempet ada gigitan nyamuk jadi trus efeknya kemata? Pokoknya analisa2 bodoh itu sliweran dikepala. Sambil menduga2 akhirnya tertidur juga...

Paginya aku sms Mas'e, kuceritakan kondisi mataku, aku bilang kayak diantup tawon..trus yang jawab si genduk seperti ini:

Genduk : "tante sakit ya, berasal dari mana...."

Aku : "mikirdotcom" apanya ya nduk yang berasal dari mana, sakitnya ato tawonnya???? Entah behind the scene nya bagaimana sehingga pertanyaannya seperti itu muncul..
Akhirnya aku jawab : "Iya sayang, mata tante bengkak, nanti mau check dokter, met belajar ya, muach.."(karena dia mau berangkat sekolah).

Trus sms dijawab...
Genduk : "tante kesian banget...."

Aku : Hmm.. so sweet..kayaknya aku itu anak kecil yang harus diusap2 dan dielus2, trus aku jawab smsnya,"tante gpp sayang, nanti tante check dokter dan smoga cepet sembuh dan bisa belajar lagi, take care".
Begitulah sms dengan si genduk.

Trus sama Mas'e disms seperti ini,"harus dipahami knp bgt(begitu)? Salah makan, obat, vit, sinusitis, aku tahu bgt kalo makan jenis antalgin dll, trus harus tahu antitabletnya, makan antihistamin, bisa celestamin, incidal atau lainnya, met sembuh ya.....dst...".Oya, kebetulan Mas'e ini emang pernah alergi dan begitu banyak pengalamannya untuk banyak penyakit, jadi untung aja aku, cepet teridentifikasi penyakitnya.
Aku selalu menghayal punya suami ato anak yang jadi dokter, dengan maksud ya seperti ini, kalo sakit cepet tertangani...dll. Boleh khan menghayal...gak ada yang marah khan...

Mak jleg disini baru ngeh kalo kemungkinan besar aku itu alergi obat, dan ini seingatku baru pertama seumur hidup. Di keluargaku pun rasanya gak pernah, jadi wajar aja bingung...

Dan pagi itu aku ke dokter ditemenenin Vera, trus di jalan ketemu Pak Badu(orang yang konyol sedunia kalo lagi ngomong..). Jadilah dia tau, akhirnya siang2 dia sms nanyain sakitnya dia bilang,"...mau dibilang china tapi gak mungkin karena item, dibilang bukan china juga gak mungkin karena matanya sipit, siapakah itu?" Ini persis seperti yang dibilang Vera saat dia baru bangun tidur lihat tampangku...
Kejadian khan Senin Malam, jadi otomatis Selasa bed rest,tewas pokoknya, bangun2 itu kalo mau sholat dan makan. Trus Rabu aku gak minum obat samsek karena ada presentasi di kelas dan aku gak mau tepar tertidur dikelas dong.
Trus sama temen2 Melayu dikirain aku disuntik botok yang untuk kecantikan itu, waduh....kalo itu sich belum lah..masih bersyukur dengan yang asli dan tidak membuang duit..

Jadi bagi temen2 yang belum pernah kena alergi, berhati2lah minum obat, nasihatin emang lebih mudah daripada ngejalanin...karena akupun masih suka minum obat daripada nahan sakit..

Monday, April 14, 2008

Ketika ketemu Andrea Hirata....

Inilah foto2 saat ketemu Andrea diacara diskusi bersama Andrea Hirata yang diadakan dipameran buku Antarabangsa yang diadakan di PWTC, KL.

Aku, Anin dan Dewi

Aku, Anin dan Vera. Aduh, aku ini melamun ato ngantuk ya...kayaknya dua2nya dech.
Niat banget pengin ketemu dan foto dengan Sang Pemimpi itu..sampe pada nungguin di depan pintu masuk..


Eh..aku dan Andrea gak janjian lho..kalo kita sama2 pake baju merah..karena terlalu excited liat aja foto yang pertama mepet banget habis aku didesel2 ama Anin yang tentunya badannya lebih besar(Pisss Nin..)tapi kemudian yang kedua dikoreksi...jauhan dikit:-). Vera suka tuch foto yang ini....

Ketika Andrea tanda tangan di Edensor ku...

Horeee..finally I got Andrea's sign, gak penasaran lagi dech..

Mejeng dulu sembari menunggu acara dimulai...

Seriusnya Andrea mendengar pertanyaan dari peserta diskusi, tuch khan baju Andrea sama merahnya dengan taplak mejanya..

Andrea dengan Tetralogi Laskar Pelanginya setelah diskusi selesai.

Ade, Anin, Aku, Vera dan Dewi dengan spanduk Tetralogi Laskar Pelangi, NARSISSSSS..ikut2an Andrea aja.

Anin penggemar paling getol dari sang pemimpi, speak up girl....kata Andrea, trus pertanyaan Anin adalah,"Mas, gimana khabar ibu...perlu saya bikinin puding dan diantar ke Belitong...?"....Wakakakak..

Tuesday, April 08, 2008

Sup yang jadi bubur...



Ini sebenarnya resep coincident yang dikasih oleh Masku by phone yang akhirnya aku modify, tapi rasanya jadi eunak banget dan akhirnya aku ketagihan dan bikin lagi dengan tambahan sayur-sayuran kesukaanku yaitu brokoli dan kobis mini. Katanya dikasih jagung juga enak, sesuai selera ajalah. Tapi sebenarnya idenya bikin sup tapi kenapa jadi bubur ya....karena ada tepung berasnya sich..

Sekilas emang kayak makanan bayi tapi temen2 serumah bilang emang enak sich…
Kalo mau coba aja resepnya, kalo gak ya jemput aku aja nanti aku yang masakin dech..
Ini cocoknya sich buat sarapan dan kalo ada anak kecil lebih baik jangan pake cabe dan mericanya dikit aja…

Bahan2:
4 ekor ikan cumi2 dipotong kecil2
½ brokoli dipotong kecil2 juga
1 buah kobis mini dipotong kecil2
½ mangkuk kecil tepung beras dicairkan dengan air dingin
1 butir telur ayam
Minyak goreng or margarine
Daun bawang dan seledri secukupnya

Bumbu:
2 siung bawang merah
2 siung bawang putih
2 buah cabe merah besar
3 biji kemiri
1 sendok teh merica
Garam secukupnya


Cara memasaknya:
Bawang merah dan cabe merah diiris2, bawang putih, kemiri dan merica dihaluskan. Siapkan minyak goreng atau margarine secukupnya dan panaskan, setelah panas masukkan irisan bawang merah dan cabe dan bumbu yang sudah dihaluskan. Setelah harum masukkan potongan cumi2 dan dikasih air dikit2 sampai setengah matang, setelah air mendidih masukkan potongan sayuran dan daun bawang/seledri, setelah sayur setengah matang masukkan tepung beras yang sudah dicairkan dan telur sekalian..aduk2 sebentar trus diangkat dech…dan siap disajikan.

Rasanya itu kayak bubur yang waktu itu aku diajak Debbie malam2 makan bubur dideket kuburan, entah aku juga lupa dimana itu, tapi ini lebih enak karena rasa bumbunya merata dan ada kenyil2 dari cumi2nya trus juga kriuk2 dari sayurannya..

Kata Masku nanti ini jadi family menu aja...tapi doi khan belum cobain..nanti dech aku bikinin ya...:-)

Friday, April 04, 2008

Tempat sama tahun beda

Tanpa sengaja ternyata aku berfoto di depan Monte Carlo, Genting Highlands itu ampe 2x. Tentu saja yang nemenin foto beda, tahunnyapun udah beda...narsis emang. Yang dengan ibu2 itu tahun 2008 trus yang bawah tahun 2007...