Sunday, February 22, 2009

Ngayal Rumah Masa Depan

Ini gara-gara main ke IKEA jadi terus ngayal dech tentang rumah masa depan, kalo gak ngayal khan jadi gak termotivasi untuk mewujudkannya…..

Kalo disuruh berandai-andai/ngayal tentang rumah masa depan tentu semua orang juga mau, karena khan berandai-andai itu gak perlu pakai uang. Konsep sebuah rumah yang minimalis, less is more pastinya lebih aku sukai karena aku termasuk bukan type yang suka beberes, kalo disuruh masak aku malah lebih suka tapi pastinya kalo rumah berantakan mau gak mau juga harus dibereskan.

Berhubung kebutuhan jaman sekarang udah beda dengan jaman dulu, dimana maunya setiap hari kita itu online, jadi akan lebih menyenangkan kalo kita mempunyai ruangan dapur maupun ruang makan yang memudahkan kita dalam menggunakan dan meletakkan laptop jadi bisa masak dengan online..:-). Online khan tidak hanya chat melulu, bisa juga cari resep sambil masak, say hello ke suami atau temen2 dikantor, ataupun menuangkan inspirasi dalam tulisan.

Andainya punya rumah nanti, lebih enak rumah yang tidak terlalu besar sehingga saat memanggil anggota keluarga masih kedengaran, coba punya rumah seperti bungalow..wah harus pake telp kalo harus menghubungi anggota keluarga yang mungkin berada dikamar atau dilantai atas. Diusahakan juga tanpa punya pembantupun bisa diberesin sendiri tapi tentunya antara anggota keluarga harus disiplin dengan tugas masing2.

Berhubung aku suka masak akan lebih menyenangkan kalo rumah kecil tapi bisa disiasati punya 2 dapur yaitu dapur bersih dan kotor. Dapur bersih khan bisa digunakan untuk memasak bahan2 yang sudah dibersihkan dan disimpan dikulkas. Contohnya memasak untuk suami yang baru pulang dari kantor, memasak makanan yang murah meriah, simple, sehat, cepat dan dimakan saat masih hangat seperti gambar dibawah ini(foto diambil dari sebuah resto Jepang di Pavillion, KL).
Bumbu2nya tidak rumit,yang dipakai adalah bumbu halus dan minyak trus dioseng, sayur-sayuran bisa dibuat bervariasi, mungkin kangkung, bayam atau brokoli terus lauknya juga bisa diganti2 seperti daging, ayam maupun cumi. Jadi gak ribet khan masak seperti ini, semua bahan bisa disiapin sebelumnya dan dimasukkan ke kulkas.

Menghayal dilanjutkan….berhubung aku gak tahan dinginnya keramik maka untuk pilihan lantai mungkin bisa digunakan bahan dari kayu,memberikan sentuhan kayu pada lantai. Baca dari kolom “home” di Kompas, alternative material yang bisa digunakan dan akhir2 ini popular adalah vinyl bermotif kayu yang katanya elastik, mudah dipasang dan banyak variasi warna dan corak.

Kalo tentang ruangan yang lain seperti ruang tamu, ruang keluarga dan kamar rasanya sich aku mau yang simple dan mudah dibersihkan saja. Oya,khusus untuk ruang tidur utama maunya yang tempat tidurnya paling besar karena menyenangkan pasti kalo harus tidur kruntelan bareng anak2, jadi inget masak kecil dulu:-). Trus kalo bisa sich punya taman kecil didepan dan dibelakang rumah…enak khan punya rumah yang dibelakangnya ada warna-warna hijau dedaunan..jadi bawaannya seger terus dan bisa ngurangi stress.

Oya, kemarin ada foto beberapa ruang makan di IKEA, seperti foto dibawah ini ada ruang makan yang simple, gambar yang pertama itu untuk keluarga yang baru dan punya anak kecil, bagus sich terasa sejuk melihatnya. Trus gambar yang kedua sich lebih maskulin warnanya, yang aku suka adalah warna hitam meja makan dipadu dengan warna putih piring dan tatakannya jadi kontras, trus dipojok ada meja kecil bisa untuk belajar si kecil.


Foto dibawah ini adalah foto yang lagi ngayal diayunan, pas banget khan duduk diayunan sambil ngayal:-)

Thursday, February 12, 2009

Perayaan Thaipusam di Batu Caves

Hari Minggu 8 Februari 2009 kemarin aku dan Vera berkesempatan melihat langsung perayaan Thaipusam di Batu Caves, Malaysia. Seperti juga aku yang baru pertama kali melihat Perayaan ini mungkin pembaca juga ada yang belum mengerti apa sich Perayaan Thaipusam itu, ini singkat ceritanya aku ambil dari web, kenyataannya yang aku lihat juga bener-bener seperti cerita dibawah ini:

Thaipusam merupakan perayaan yang disambut oleh mereka yang beragama Hindu diseluruh dunia bagi menghormati dewa Hindu, Dewa Murugan atau juga dikenali sebagai Dewa Subramaniam. Thaipusam dirayakan pada bulan 'Thai' bulan kesepuluh dalam kalender Tamil. Pada hari Thaipusam, bulan penuh melintasi bintang terang, Pusam dalam zodiak Cancer(ini terbukti saat sampai rumah jam 21.00 pm terlihat dihalaman bulan purnama sedang bersinar).

Untuk penganut agama Hindu, Thaipusam merupakan hari bertaubat dari dosa-dosa yang sudah dilakukan. Pada hari perayaan Thaipusam, patung Dewa Subramaniam, anak bungsu Dewa Siva, diletakkan di atas pedati perak dan diarak dengan musik. Dewa Siva merupakan Dewa paling berkuasa antara beribu-ribu Dewa dalam agama Hindu.
Pada hari itu mereka akan membawa susu. Susu ini diisi dalam belanga tembikar atau kini dalam belanga aluminium. Belanga berisi susu ini akan dihias dengan pelbagai corak , warna , daun dan benang. Belanga ini akan dijunjung di atas kepala dari luar kuil hingga ke dalam kuil. Tidak semua penganut Hindu membawa belanga berisi susu ini.

Banyak juga lelaki Hindu yang mencukur rambut pada hari tersebut dan mewarnakan kepala dengan warna oren. Tukang cukur juga ada di luar kuil dengan bayaran tertentu. Ia merupakan satu bentuk melepaskan atau membayar nazar.
Ciri utama perayaan Thaipusam adalah acara membawa kavadi, kerangka besi atau kayu yang dihiasi dengan kertas berwarna warni, bunga, dan, buah segar sebagai membayar nazar atau bertaubat kepada Dewa Subramaniam. Kavadi merupakan kerangka besi separuh bulatan dengan galang untuk diletakkan pada bahu dan dihiasi dengan bunga-bungaan, dan bulu merak.

Selain itu pembawa kavadi akan diiringi oleh beberapa orang pembantu khusus. Ada yang diiringi dengan kumpulan musik , mangkuk perasap kemenyan dan lain-lain. Pembawa kavadi akan istirahat di tangga-tangga tertentu , dipijitin/ditepuk2 kakinya dan diberi minum. Pembawa kavadi ini akan menaiki 272 anak tangga hingga pintu masuk gua dan diletakkan dihadapan patung dewa.

Berbagai cara menyiksa diri bagi menunjukkan mereka memohon ampun. Antaranya ialah berjalan di atas sepatu berpaku. Mereka melangkah perlahan-lahan mendaki tangga-tangga kuil hingga tiba ke sisi patung Dewa Murugan di dalam gua Batu Caves. Ada juga yang menusuk panah besi pada lidah dan pipi dari kiri ke kanan dengan panah pendek dan panjang(hiii..sakit khan..). Yang lain pula menusuk punggung mereka dengan puluhan mata pancing. Mata pancing itu disangkut dengan jeruk nipis yang teramat pedih rasanya. Ada juga mata pancing itu bertali dan ditarik oleh para pembantu. Wah, yang ini memang serem gak kebayang sakitnya, untung kebanyakan dari mereka sudah menggunakan bahan-bahan tertentu sehingga mereka dalam keadaan setengah tidak sadar. Malah ada yang seperti kesurupan dengan berteriak-teriak…ini bikin kita ketar – ketir.

Untuk ikut merasakan bagaimana Perayaan Thaipusam ini, dibawah ini adalah gambar-gambarnya.

Lelaki Hindu dengan membawa Kavadi saat jalan menuju kuil. Kebayang gak sich dengan bawa begini kemudian naik tangga 272 anak tangga bo…kram kaki-kram kaki dech..

Kalo yang ini yang punggungnya ditusuk pake mata pancing bertali yang ditarik oleh para pembantunya, dan diiringi oleh musik juga.



Kalo yang ini Vera sampe ngumpet2…apalagi pegang senjata yg kelihatan tajam itu…


Pintu gerbang ke lokasi kuil, disini sempet takut, mau masuk gak ya melihat orang yang berjubel-jubel itu.


Saat menunggu diluar pintu gerbang ada pasangan pasutri disebelah kita, foto dulu ya…

Akhirnya kita beranikan diri untuk masuk dan berusaha menikmati teriknya sinar matahari, suara dari pengeras suara yang kita gak paham bahasanya serta musik-musik pengiring Kavadi. Melihat tangga dari kejauhan yang penuh dengan orang, wah..apakah kita akan naik kesana?


Mengikuti antrian yang akan naik tangga, Kavadi ini pun sudah berada dijalur tengah yang memang diperuntukkan untuk membawa Kavadi, sementara jalur kiri khusus untuk naik tangga dan jalur kanan untuk turun. Melihat pipi mereka ditusuk dari kiri ke kanan…hmmm…gimana mereka minum ya..khan keringatan sepanjang jalan..trus punggung mereka ditusuk dengan mata pancing yang ada jeruk nipisnya…

Mengantri dianak tangga pertama..awas jangan sampai nyangkut payungnya..

Wuih, nengok kebawah , untung dibawah kita banyak orang jadi gak serem melihat kebawah.

Capek ya Neng, iya istirahat dulu aja, bentar lagi sampai koq..:-), tu lihat udah sampai no. 181…

Jangan nangis Nak, Papa istirahat dulu nich capek..


Eh..jangan salah, pasangan inipun ikut melihat Perayaan Thaipusam lho..

Untung didalam gua hawanya dingin jadi bisa langsung mengobati penat dan lelah saat menaiki tangga tadi. Suasana didalam gua, ada tempat persembahannya, sayangnya kita tidak naik tangga yang didepan itu karena udah kecapean, jadi hanya duduk-duduk saja sambil istirahat.

Didalam gua juga disedikan tim kesehatan , jadi jangan khawatir kalo jatuh pingsan karena kecapean naik tangga.


Yang aku kagumi dari mereka(dari yang anak kecil, anak muda,orang tua, bpk atau ibu yang gendong anak, apalagi yang bawa kavadi) adalah saat mereka naik tangga maupun menuruni tangga semua sabar untuk mengantri dan sama sekali tidak ada aksi dorong mendorong dan terlihat mereka menghormati kita-kita(turis) yang ikut berdesak-desakan yang hanya mau menonton perayaan ini. Khan gak kebayang gimana kalo sampai dorong-dorongan dan jatuh kebawah, smoga jangan sampai terjadi.

Sumber:
Yang ambil foto gantian aku dan Vera, kebanyakan Vera sich tapi aku kebagian ambil gambar yang serem-serem terutama yang ditusuk2…:-), dia udah takut duluan karena badannya kecil, tapi bagian foto patung Subramaniam wah..dia bisa dapet yang paling bagus karena bisa merunduk serendah2nya..
http://www.geocities.com/budayadunia/PerayaanThaipusam.htm
http://ms.wikipedia.org/wiki/Hari_Thaipusam

Thursday, February 05, 2009

Membuat Roti Canai

Libur seminggu dalam rangka Chinese New Year ini gak kemana-mana dan kebetulan juga ada Anin yang menghibahkan isi dapurnya kerumah berhubung mau pulang ke Jakarta, nah..ternyata diantaranya ada stock terigu 1 kg lebih terus dirumah juga masih ada 1 kg yang baru kepake dikit. Biasanya kita masak terigu palingan untuk bikin mendoan dan pisang goreng doang, selebihnya gak pernah masak2 yang pake terigu. Akhirnya untuk memaksimalkan stock terigu yang ada iseng2 cari resep Roti Canai di internet dan inilah resep yang aku coba:


Bahan-Bahan:
3 cangkir tepung gandum
1 biji telur
1/2 cangkir susu segar
3 sendok besar minyak
3 sendok besar margarine
Air sedikit
Garam sedikit (aku kasih garam dikit biar agak2 asin)

Cara membuatnya:
Campur tepung, telur,susu dan margarin dan aduk hingga lembut sambil dicampur air sedikit demi sedikit. Uleni adonan tersebut hingga terasa kenyal. Setelah itu buat adonan dalam bulatan-bulatan sedang dan biarkan semalaman. Saat mau menggoreng buat sarapan pagi harinya, letakkan bulatan dalam piring datar atau media datar lainnya dan tipiskan, kemudian panaskan wajan dan beri margarine sedikit, setelah panas masukkan bulatan Roti Canai yang sudah ditipiskan tadi. Bila sudah masak, angkat dan tepuk-tepuk. Makan bersama kari atau sambal tumis.

Ini bulatan-bulatan hasil percobaanku.

Berhubung adanya piring ceper, akhirnya jadilah begini cetakan roti canainya

Roti Canai yang sudah matang dan siap disantap dengan kuah kari ataupun sambal…Oya, ini agak ketebalan…:-), secara bukan ahlinya jadi gak bisa menyulap jadi tipis kayak di kedai mamak. Tapi kata temen-temenku enak lho….padahal yang aku bikin itu plain tapi khusus untuk sarapanku aku kasih telur ditengahnya terus dilipat dikit pinggirnya biar telurnya gak meleber kesamping.

ROTI CANAI ALA KEDAI MAMAK
Berhubung cara membuat Roti Canaiku darurat, maka untuk memuaskan selera temen2 ini aku intipkan cara menggoreng Roti Canai yang sebenar-benarnya:-).
Adonan Roti Canai yang sedang diratakan untuk kemudian “dimainkan”

Proses “memainkan” Roti Canai supaya tipis dan krispi saat sudah matang.

Semakin asyiik dan melebar adonannya…..

Adonan dilipat siap untuk digoreng, sebelum dilipat biasanya didalamnya dimasukkan isi sesuai pesanan misalnya telur, pisang, sarden, dll.

Saat Roti Canai digoreng sambil dibolak balik biar gak gosong


Siap dech disantap dengan kuah kari..hmm yummy pastinya.

Wah, numpang mejeng nich si pembuat Roti Canai yang bertopi biru, “senyum dikit dong bang…”


Resep Roti Canai asli diambil dari:
www.mint.gov.my/puspanita/backup1/kornerasa/Aneka%20Roti.pdf