Sunday, January 06, 2013

New Year New Priorities

Termasuk sangat tidak rajin update blog ini karena sudah ada blog lain yang diurus. Pertama akan aku review tentang prioritas tahun sebelumnya yaitu :
1. Develop existing career on education
2. Develop new career as financial planner
3. Prepare trip to Europe for Mike and Dessy's birthday
4. Find another new business for retirement.

Frankly speaking tidak banyak achievement yang memuaskan, tapi bersyukur akan banyak hal di tahun 2012 tentu saja sangat bersyukur.
Yang pasti no 3 trip to Europe succesfully done. Yang berada dibawahnya adalah slowly2 mulai menikmati pekerjaan sebagai dosen, walaupun belum melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi secara maksimal. Yang berikutnya adalah sebagai financial planner, aku merasa belum maksimal karena ada beberapa hal sulit untuk dilakukan yaitu sebagai side job terkadang tidak kebagian prioritas karena aku pasti akan memilih keluarga terlebih dulu apabila ada event atau ada kerjaan yang harus dilakukan. Tapi satu hal yang pasti, aku sangat bersyukur belajar tentang Financial Planning karena ilmu ini bisa aku share sebagai additional knowledge untuk orang2 sekitarku yang belum paham.

Yang ke 4 terus terang belum kepegang, walaupun sebenarnya itu bisa sejalan atau terkait dengan pekerjaan sebagai dosen maupun financial planner, misalnya punya sekolah atau firma financial planning. Tentu saja untuk membuatnya menjadi suatu bisnis harus extra kerja keras mewujudkannya, terus terang yang ini masih blur dan belum kepegang.

Nah, sekarang bagaimana dengan prioritas 2013, apakah meneruskan yang sebelumnya atau ada prioritas baru? Itulah gunanya evaluasi, sehingga bisa selalu update dan tidak berkutat dengan hal2 yang itu2 aja.

Untuk tahun 2013, mulai dari yang short term dulu.

1. Program untuk punya baby
2. Renovate rumah
3. Improve my quality as lecturer and financial planner

Long term
1. Naik haji
2. Meneruskan ke Phd
3. Umroh bareng suami dan anak2
4. dll...banyak yang lainnya.

Kalo baca keinginan2ku pasti suami bilang"kamu maunya banyak ya.....

That's life Mas, kalo udah gak punya keinginan ya sama aja gak hidup.

Smoga semua lancar. Amin




Tuesday, January 17, 2012

New Year New Hope

Alhamdulillah sekarang sudah tahun baru lagi, gak terasa sudah menginjak pertengahan Januari 2012. Banyak yang bisa dilakukan di tahun ini, dengan bertambahnya networking maka akan lebih memudahkan untuk aktualisasi diri.

Hal - hal mesti dikerjakan yang sudah di depan mata adalah :
1. Develop existing career on education
2. Develop new career as financial planner.
3. Prepare our trip for Mike and Dessy's Birthday
4. Study for another new business for retirement.

Berjalannya waktu akan review juga our existing financial planning, terutama untuk kebutuhan dana pendidikan anak2 dan dana pensiun, kalo bisa sih kami pensiun muda untuk mengerjakan hal2 yang lebih fun dan menyegarkan dan terhindar dari polusi.

Always excited to do all the above projects.

Sangat bersyukur dengan semua yang telah Allah Swt berikan kepada kami, sejauh ini kami merasa begitu banyak nikmat yang kami rasakan. Alhamdulillah juga akan kesehatan yang ada.

Untuk sementara itu aja yang bisa diupdate untuk tahun baru ini.

Selalu semangat..Insya Allah

Thursday, July 21, 2011

Investasi untuk Pendidikan

Investasi untuk Pendidikan

Kenapa kita perlu berinvestasi dan sudah tepatkah kendaraan investasi kita? Kita perlu berinvestasi dengan harapan dalam jangka panjang uang yang diinvestasikan akan menghasilkan nilai yang lebih tinggi dari inflasi untuk memenuhi tujuan-tujuan keuangan kita, sementara itu kendaraan investasi untuk memenuhi tujuan keuangan kita ada bermacam-macam seperti investasi dalam saham, reksadana, property, logam mulia, bisnis dll.

Pernahkah teman-teman menghitung biaya pendidikan anak-anak kita sampai Universitas? Ternyata lumayan mahal dan alangkah tidak bijak kalau kita tidak merencanakan biaya pendidikan anak-anak dari awal karena nilai uang kita ditabungan akan semakin tergerus oleh inflasi. Semasa kita masih produktif maka lebih baik untuk mempersiapkannya dari sekarang dan tentu saja investasinya akan lebih kecil karena jangka waktunya masih panjang.
Sebagai contoh dibawah ini adalah ilustrasi biaya pendidikan anak2 :

Asumsi : Anak lahir tahun 2011
Jangka Uang Pangkal* Target Investasi
Sekolah Periode Tahun waktu Present Value Future Value return bulanan
TK 2 2015 4 14,000,000.00 22,000,000.00 20% 300,000.00
SD 6 2017 6 20,000,000.00 29,500,000.00 25% 250,000.00
SMP 3 2023 12 18,000,000.00 70,000,000.00 25% 80,000.00
SMA 3 2026 15 17,000,000.00 93,000,000.00 25% 50,000.00
Uni 4 2029 18 130,000,000.00 1,000,000,000.00 25% 250,000.00
199,000,000.00 1,214,500,000.00 930,000.00
*Biaya blm termasuk SPP, dll di TK, SD Al Azhar Bintaro, SMP, SMA Al Azhar Klp Gading,Kedokteran Usakti

Ternyata biaya sekolah itu mahal banget karena rata-rata kenaikan inflasi pendidikan di Indonesia adalah 20%, kemarin tetangga ada yang cerita punya teman yang anaknya mau masuk SMP Al Azhar dan sudah menyiapkan dana sebesar RP 17 juta, eh ternyata Uang Pangkal masuk SMP itu sekarang Rp 25 juta, akhirnya batal dech masuk ke SMP Al Azhar.

Sekarang mari kita lihat contoh ilustrasi pada tabel diatas, dengan memakai asumsi anak yang lahir tahun 2011, kita hitung kebutuhan uang pangkal saat ini(belum termasuk uang SPP, dll) dan future value-nya serta investasi yang harus dilakukan. Actual school fee dan target return bisa lebih tinggi dan lebih rendah. Lebih baik kita punya asumsi biaya lebih tinggi walaupun pada kenyataannya anak bisa saja masuk ke sekolah yang biayanya tidak terlalu mahal tapi kualitasnya masih bagus dan lokasinya dekat rumah kalau memungkinkan.

Dari table diatas terlihat walapun biaya masuk Universitas 18 tahun yang akan datang bisa mencapai Rp 1 M, tapi kalau disiapkan dari sekarang maka investasi per bulan yang harus dilakukan jatuhnya lebih murah dibanding investasi masuk TK. Jadi sebenarnya kalau mau investasi mulai dari sekarang, investasi untuk pendidikan anak-anak dari TK – Universitas sebesar Rp 1 juta per bulan itu affordable untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan, dengan catatan memakai kendaraan investasi yang tepat artinya uang tidak hanya disimpan ditabungan yang mempunyai return dibawah inflasi.

Investasi pendidikan untuk anak – anak sekolah bisa dilakukan kombinasi antara LM dan Reksa dana karena secara jangka panjang reksa dana mempunyai return yang lebih besar. Dengan target return yang tertera dalam table maka untuk biaya pendidikan masuk TK dan SD bisa investasi di Logam Mulai yang mempunyai return rata-rata per tahun sekitar 20% serta mudah untuk dicairkan. Sementara untuk yang jangka panjang lebih baik berinvestasi di reksa dana dengan memilih reksadana yang mempunyai return sesuai target return.

HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM BERINVESTASI
Investing without knowledge is gambling jadi sebelum berinvestasi luangkan waktu untuk belajar tentang produk investasinya, selain itu sebelum mulai berinvestasi baik itu reksa dana, logam mulia ataupun yang lainnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :

1. Tujuan Keuangan
Tentukan terlebih dahulu tujuan berinvestasi. Ada banyak tujuan keuangan keluarga misalnya menyiapkan dana darurat, membeli rumah, membeli kendaraan, dana pensiun, pendidikan anak, naik haji, liburan, membantu saudara, sedekah dan lain-lain.

2. Jangka Waktu
Dari tujuan-tujuan tersebut diatas pasti ada jangka waktu untuk menuju tercapainya tujuan keuangan tersebut, nah jangka waktu itulah yang akan kita gunakan untuk berinvestasi dengan target return tertentu.
Dalam berinvestasi di Reksa dana penentuan jangka waktu dapat disesuaikan dengan jenis reksa dananya seperti berikut :
1. Reksadana Pasar Uang (RDPU) asumsi return : 7%
Jangka pendek 1 - 3 tahun, resiko rendah
2. Reksadana Pendapatan Tetap(RDPT) asumsi return :10%
Jangka menengah 3–4 tahun, resiko rendah
3. Reksadana Campuran(RDC) asumsi return:15-20%
Jangka menengah panjang 4 – 5 tahun, resiko sedang
4. Reksadana Saham(RDS) asumsi return : 25%
Jangka panjang > 5 tahun, resiko tinggi

3. Profil Resiko kita
Profil resiko ada 3 yaitu : konservatif, moderat dan agresif. Penentuan profil resiko sangat penting dalam investasi di Reksa dana, karena konsep dari high risk high return, jadi sesungguhnya tidak ada jaminan bahwa investasi tidak ada resikonya. Kalau yang suka jantungan ya jangan ambil resiko untuk investasi di saham karena sifatnya yang fluktuatif tapi kalau untuk persiapan dana pensiun tetap disarankan untuk memakai reksa dana saham karena dalam jangka panjang tetap menguntungkan.

Kebanyakan Financial Planner menyarankan untuk memakai reksa dana sebagai investasi untuk perencanaan keuangan keluarga. Kenapa memilih investasi di Reksa dana? Beberapa pertimbangannya adalah :

1. Dikelola oleh Manajer Investasi yang profesional
Ada beberapa MI yang bagus antara lain Schroder, PNB Paribas, Manulife, Panin, Danareksa, dll. Ada beberapa hal yang bisa dijadikan patokan untuk menilai MI tersebut bagus atau tidak antara lain yaitu dana yang dikelola, mempunyai track record yang baik, untuk lebih jelasnya bisa dibaca di prospektus masing-masing produk investasi.

2. Return/Kinerja Reksadana
Sebagai contoh terlampir Fund Fact Sheet dari reksa dana Panin Dana Maksima, mari kita lihat kolom “Kinerja Portofolio” , tertulis return dalam 1 tahun adalah 65,56% melebihi indeks IHSG 33,46%. Tentunya tidak semua reksadana mempunya return yang dapat melebihi IHSG. Sementara tolak ukur return yang dipakai sebagai standart dalam perencanaan keuangan yang menggunakan reksadana saham adalah 25%, jadi return Panin Dana Maksima itu sudah melebihi target tersebut.

3. Diversifikasi Portfolio/alokasi aset dari RD
Kalau kita lihat contoh reksa dana Panin Dana Maksima, diversifikasi portfolionya ada pada saham di Perusahaan – perusahaan antara lain:
1. PT Gudang Garam
2. PT Bank Mandiri
3. PT Bank Rakyat Indonesia
4. PT Gajah Tunggal
5. PT Indofood Sukses Mandiri
6. PT BNI
7. dll

Dari daftar diatas kita bisa lihat bawah kita sudah mengenal perusahaan-perusahaan tersebut, siapa sich yang tidak suka merokok, pasti kita juga mempunyai rekening pada salah satu bank diatas, kebanyakan dari kita juga suka makan indomie, so intinya perusahaan tersebut adalah perusahaan yang dalam jangka waktu 10 – 15 tahun berkemungkinan besar masih bisa eksis dan dananya juga pasti mudah likuid.

4. Fee / biaya
Yang perlu diperhatikan juga adalah biaya pembelian (subscription fee), biaya penjualan(redemption fee), Biaya Pengalihan (switching fee) dan management fee. Sebisa mungkin dicari yang biayanya paling minimalis, terutama untuk biaya pembelian(subscription fee) karena kita pasti akan sering melakukan top up.
Sebagai contoh fee Panin Dana Maksima :
fee pembelian : 1%
fee penarikan : 1%
2 thn : 0.5%
> 2 thn : free
Minimum pembelian: Rp 1.000.000 (tanyakan kepada sales Panin untuk pembelian secara eceran dengan minimal pembelian awal Rp 250,000 dan top up bulanan Rp 100,000). Sementara untuk reksadana yang tidak ada subscription fee-nya antara lain reksadana Schroder Dana Istimewa, Manulife Saham Andalan, Manulife Dana Stabil Berimbang, dll.

5. Tidak Kena Pajak
Hasil keuntungan dan penjualan reksa dana tidak dikenai pajak, tidak seperti deposito atau obligasi.

6. Mudah Likuid
Kita dapat menjual reksa dana dan kurang lebih dalam waktu 7 hari uang sudah bisa cair.

7. Tidak perlu dana besar
Dengan investasi Rp 100,000 sudah bisa membeli reksa dana setiap bulannya.

Kesimpulan
Membaca berbagai referensi tentang investasi tapi kalau tidak ada action biasanya akan lewat begitu saja, seperti juga kalau orang belajar berenang maka harus nyemplung ke kolam renang dulu biar cepet bisa. Kalau kita sudah mulai berinvestasi walaupun sedikit maka rasanya akan berbeda, apalagi kalau kita menerima monthly statement yang berisi tentang kenaikan nilai investasi kita, hal ini akan mendorong kita lebih rajin dalam berinvestasi.

Kalaupun masih belum merasa nyaman berinvestasi dalam reksadana atau saham yang sifatnya memang fluktuatif maka masih ada beberapa alternatif investasi seperti logam mulia, property, dll, dan usahakan untuk melakukan diversifikasi investasi jadi kalaupun terjadi financial crisis kita masih punya dana ditempat lain yang bisa digunakan. Intinya sich “don’t put your money in one basket” dan harus diingat juga prinsip “high return high risk”. Tapi dengan adanya pengetahuan yang kita miliki untuk masing-masing produk investasi maka kita dapat menjadikan sebuah investasi yang “high return high risk” menjadi “high return manageable risk”.

Investasi adalah proses dan mungkin dalam setahun asset kita belum bertambah secara signifikan tapi dengan perencanaan keuangan yang baik dan investasi yang teratur maka setidaknya ada pemetaan dalam tujuan-tujuan keuangan kita seperti persiapan dana pensiun, pendidikan anak, naik haji dan sebagainya, sehingga memudahkan kita dalam memantaunya.

Terakhir yang perlu diingat adalah It is not about how much money you earn, it is about how much money you save.

Selamat berinvestasi.


Sumber :
www.kontan.co.id
www.infovesta.com : untuk melihat jenis-jenis reksa dana.
www.commbank.co.id : reksa dana dapat dibeli di bank Commonwealth(biaya lebih murah dan bisa on line) atau di bank-bank lain yang terdekat (tapi hati2 jangan mau ditawarin product unit link dari bank tersebut).
www.pans.co.id
www.danareksaonline.com

Thursday, July 14, 2011

Emas Masih Dianggap Investasi Terbaik

Jakarta - Emas masih dianggap sebagai tempat investasi terbaik. Di tengah kondisi perekonomian yang masih diliputi ketidakpastian, emas masih mampu memberikan imbal hasil investasi hingga 13% dalam 3 tahun terakhir. Harga emas internasional diyakini bisa menembus level US$ 2.100 per ounce pada 2014.

Chief Investment Strategist, Standard Chartered Bank, Steve Brice mengatakan, emas masih menjadi favorit investasi di bank tersebut dan merupakan komoditas paling menarik untuk jangka panjang. Ia melihat outlook emas masih 'bullish'.

Salah satu alasan cerahnya outlook emas adalah berkaitan dengan lebih kuatnya pertumbuhan ekonomi di China dan India, sehingga meningkatkan pendapatan dalam beberapa tahun ke depan, yang pada akhirnya mendongkrak permintaan emas.

Selain itu, meningkatnya level utang dan kekhawatiran seputar pemulihan ekonomi yang berkesinambungan di negara-negara Barat telah mengurangi sensitivitas perbankan terhadap inflasi. Emas secara tipikal tetap baik pada lingkungan suku bunga riil negatif.

"Berdasarkan sejarah, emas tetap berkinerja baik selama periode imbal hasil riil AS negatif dan emas turun ketika lingkungan suku bunga riil positif. Kami perkirakan Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga pada kuartal III tahun depan," ujar Brice seperti dilansir dari The Star, Senin (11/7/2011).

Alasan lain untuk kenaikan harga emas adalah sikap Bank Sentral di Asia yang makin menyukai emas dan adanya peralihan dari Bank-Bank Sentral Dunia yang menjadi sumber nett suplai emas ke situasi dimana mereka meningkatkan cadangan emasnya.

"Selama saya bekerja, Bank Sentral selalu menjadi nett supply emas, namun yang kita lihat kemudian, mereka beralih menjadi nett buyers pada tahun lalu," ujarnya.

Terakhir, suplai emas kemungkinan akan tertahan dalam jangka pendek meskipun aktivitas investasi mulai meningkat.

Untuk semester II tahun 2011, Brice mengatakan pasar saham akan menghasilkan returun yang normal antara 18% hingga 30% pertahainan, sementara aset tradisional seperti tunai dan surat berharga akan menumbuhkan imbal hasil yang lebih sedikit.

Pada perdagangan Jumat (8/7/2011), harga emas di pasar spot sempat naik hingga ke level US$ 1.545,30 per ounce atau tertinggi dalam 2 pekan terakhir, sebelum akhirnya ditutup lada level US$ 1.543 per ounce. Harga emas mencetak kenaikan mingguan terbesar sejak November 2009.

Lonjakan harga emas pada pekan lalu dipicu oleh data tenaga kerja AS yang mengecewakan sehingga menimbulkan kekhawatiran baru seputar kesehatan ekonomi AS.

Sepanjang pekan lalu, harga emas mendapatkan dorongan ketika Bank Sentral China dan Bank Sentral Eropa masing-masing menaikkan suku bunga untuk meredam potensi lonjakan inflasi.

Sumber : Nurul Qomariyah - detikFinance

Investasi Emas

Melanjutkan topik sebelumnya tentang investasi yang paling cocok buat kita, berikutnya saya akan sharing mengenai investasi emas yang sudah saya lakukan sedikit demi sedikit.

Pilihan untuk menekuni suatu investasi memang berdasarkan preference masing-masing orang, yang penting sudah mengetahui mengenai detail dari produk investasi tersebut dan merasa nyaman dengan investasi yang dilakukan itu.

Mengenai investasi emas yang saya lakukan, kebetulan suami belum terbiasa dengan investsi emas, jadi mau gak mau saya harus belajar mengenai emas terutama LM untuk meyakinkan suami bahwa investasi emas atau LM perlu dilakukan untuk diversifikasi investasi.

Pertama yang saya lakukan tentu saja search di google tentang investasi emas dan ternyata link untuk emas banyak sekali. Kemudian mengenal istilah kebun emas, terus dicari gimana konsep dari kebun emas tersebut. Setelah itu dicari juga tentang perbandingan biaya titip antara pegadaian dan perbankan syariah yang memang menyediakan sistem gadai secara syariah.

Setelah mendapatkan datanya kemudian dibandingankan dari masing-masing biaya titipnya dan berapa besar pinjamannya. Setelah itu, langkah pertama yang saya lakukan tentu saja beli emasnya dulu. Kebetulan ada kantor Pegadaian didekat rumah, hanya jalan kaki saja, akhirnya dengan semangat 45 saya untuk tanya2 dulu sambil membawa kertas perhitungan yang sudah saya lakukan. Eh..mbak di Pegadaian malah balik tanya tentang sistem gadai ditempat lain seperti perbankan syariah. Ternyata Pegadaian juga menyediakan pembelian secara cicilan dan infonya saya ambil dan saya bawa pulang. Setelah dirumah diliat dulu stock uang ada berapa dan akhirnya keesokannya diniatkan untuk membeli secara cicilan.
Untuk pembelian cicilan pertama ini saya beli 25 gram, niatnya sich mau yang 3 bulan saja tapi ternyata uang mukanya kurang dikit dan saya malas ambil lagi dan lagian cicilannya lebih besar takutnya uang saya gak cukup untuk membayar cicilan tiap bulan. akhirnya disepakati cicilan selama 6 bulan, setelah itu saya mendapat tanda terima uang muka, perjanjian akad akan diberikan kemudian karena kantor cabang yang berhak mengeluarkan perjanjian akad.

Alhamdulillah dalam waktu 2 minggu ternyata ada rejeki mendadak jadi akhirnya saya lunasi dalam kurun waktu kurang dari 1 bulan. Ada satu hal yang membuat saya terkejut ternyata LM baru tersedia dalam waktu 2 minggu tapi kemudian ada perubahan bahwa emas hanya bisa tersedia dalam waktu 3 bulan..nah disini bikin darah tinggi, saya komplain ke kantor cabang yang di Boulevard, karena secara logika saya sudah berhak untuk mendapatkan LM nya karena sudah lunas dan seharunsyapun mereka sudah dapat LM nya dari Antam karena pemesanan pasti dilakukan saat akad dimana harga acuan yag digunakan adalah harga emas saat akad, lagi pula informasi pertama dalam 2 minggu LM tersedia tapi kenapa tiba2 menjadi 3 bulan. Akhirnya saya menulis komplain di web Pegadaian eh ternyata dalam 2 hari LM sudah tersedia dan sudah ada ditangan saya.

He..he..seru khan perolehan emas pertama saya, keuntungan dari investasi emas pertama tersebut adalah:
1. Secara psikologis saya senang dan lebih percaya diri untuk tetap melakukan investasi di LM
2. Walaupun saya membeli dengan harga mahal tapi per hari ini biaya investasi saya sudah mulai kembali (beli cicil di Pegadaian 25 gram tgl. 25 April 2011 Rp 11,566,720 dan harga emas per hari ini 25 gram Rp 11,212,000 jadi saya masih minus Rp 354,720)

Insya Allah untuk jangka panjang minus tersebut dapat tertutup oleh kenaikan emas dari waktu ke waktu.

Selamat berinvestasi di emas

Tuesday, June 21, 2011

Investasi manakah yang cocok untuk kita?

Masing-masing orang mempunyai preferensi sendir-sendiri untuk menentukan investasi yang terbaik untuk diri dan keluarganya. Sebelum kita mulai berinvestasi maka kita harus mengetahui terlebih dulu resiko - resiko yang melekat didalamnya disamping kelebihannya tentu saja. Karena seperti yang dikatakan oleh Warren Buffet bahwa "Risk come from not knowing what you are doing", jadi sebelum kita mulai berinvestasi pada suatu produk, pelajari dulu betul-betul kemudian cobalah untuk memulainya dengan sedikit demi sedikit karena dengan memulainya kita sudah mulai untuk practice ilmu yang sudah kita pelajari tersebut, walapun ada kesalahan atau kerugian maka tidaklah besar jumlahnya karena kita mulai dari yang kecil dulu.

Ada beberapa alternatif investasi yang perlu ada dalam portfolio keluarga:
1. Bisnis
Terus terang untuk bisnis ini pengin banget punya satu yang bisa untuk hari tua nanti, sudah kepikir beberapa alternatif bisnis yang kira-kira tidak perlu modal besar. Tapi untuk saat ini belum kebagian dana, waktu dan kesempatan (masih ada mental block).Untuk yang punya jiwa entrepreneur akan lebih tepat untuk mencoba bisnis, ada banyak bisnis kecil-kecil yang bisa dilakukan seperti model waralaba.

Menurut Herustiati dan victoria Simanungkalit dalam artikelnya "Bisnis Prospektif bagi UKM" ada beberapa keuntungan yang diperoleh apabila menjalankan bisnis waralaba bagi si penerima waralaba (franchisee) sbb :
1. Memperoleh program pelatihan yang terstruktur dari franchisor
2. Memperoleh insentif memiliki bisnis sendiri dengan bantuan manajemen secara terus menerus.
3. Mendapat keuntungan dari kegiatan operasional dibawah nama dagang yang telah mapan di masyarakat.
4. Membutuhkan modal yang lebih kecil
5. Resiko bisnis relatif kecil
6. Memperoleh dukungan riset dan pengembangan dari franchisor
7. Mendapat dukungan untuk akses ke sumber - sumber pinjaman modal

Tentu saja waralaba juga ada kelemahannya, antara lain :
1. Adanya keharusan untuk membayar royalti fee kepada franchisor untuk penggunaan sistem waralaba
2. Kemungkinan kerjasama dan kualitas dukungan franchisor yang tidak konsisten sesuai kontrak kerja sama
3. Ketergantungan yang besar kepada frnachisor sehingga menjadi kurang mandiri
4. Reputasi dan citra bisnis yang diwaralabakan menurun di luar kontrol franchisor dan franchisee.

2. Properti
Keuntungan mempunyai investasi properti adalah karena keuntungannya yang besar dan dapat diperoleh dengan memakai fasilitas KPR dari bank. Tapi bagi aku yang merasa kurang mobile dan dananya gak ada maka alternatif ini belum bisa difokuskan saat ini tapi tetap menarik untuk dilakukan setidaknya mempunyai satu atau dua yang bisa produktif. Asumsinya adalah karena tanah itu tidak bertambah sementara manusia itu semakin bertambah banyak maka masuk akal jika lama-lama harga tanah dan properti akan semakin melambung.

3. Saham
Untuk saham lebih mudah dilakukan karena kita bisa memilih produk yang sudah mempunyai manager investasi (MI) yaitu Reksadana. Investasi di reksadana bisa dilakukan seperti kita menabung saja, dimana dengan uang Rp 100,000 kita dapat top up tiap bulan dan tidak terasa.

4. Logam Mulia
Ini yang paling menarik karena semua perempuan bisa melakukannya dan lebih fleksibel.

TBC

Sunday, June 05, 2011

Seminar Financial Planning di Trisakti

Ingin sekali meyakinkan temen2 semua bahwa perencanaan keuangan untuk pribadi maupun keluarga adalah penting sekali. Saat ini yang pertama ingin aku lakukan adalah bekerja sama dengan salah satu insitusi Perencanaan Keuangan dan juga Trisakti untuk mengadakan seminar mengenai Financial Planning di kampus Trisakti.

Mengingat bahwa mahasiswa adalah sumber daya manusia yang potensial maka pengetahuan mengenai Financial Planning adalah mutlak adanya, setidaknya hal ini bisa diaplikasikan dalam hal yang lebih simple yaitu gaya hidup / life style mereka saat ini sehingga tidak terjerumus dalam gaya hidup konsumerisme yang hanya untuk kesenangan sesaat. Disamping itu, diharapkan dengan adanya pengetahuan tentang Financial Planning ini, mahasiswa bisa lebih terbuka wawasannya sehingga lebih kreatif dan diharapkan dapat menciptakan jiwa entrepreneurship.

Tujuan dari seminar ini antara lain adalah :

- Mengenalkan betapa pentingnya sebuah perencanaan keuangan bagi pribadi maupun keluarga
- Mengenalkan sebuah profesi yaitu Perencana Keuangan / Financial Planner
- Mengenalkan sekilas tentang investasi yang dapat mendukung sebuah Perencanaan Keuangan yang baik

Saat ini proses pembuatan proposal sudah selesai, tinggal dikirim ke Mas Akbar untuk mendapatkan feedback untuk kemudian aku kirimkan ke Fakultas untuk diproses. Diharapkan dalam mid of June ini seminar diatas dapat terlaksana. Amin

6 Reasons You Need a Financial Plan

As a child my family went on a number of driving vacations. Before leaving, my parents generally contacted AAA and obtained a step-by-step series of maps of our planned route. Typically, each page depicted the route between two major cities: the route from Indianapolis to Louisville, followed by Louisville to Nashville, and so on.

Reaching your financial goals is like a trip. While there are many reasons you need a financial plan, here are six to get you started:

If you don't know the destination, how will you know when you've arrived? A financial goal is something that has a time frame and that can be quantified. An aspiration such as a "comfortable retirement" is hard to plan for. The financial planning process will help you define and quantify your goals.

[In Pictures: 6 Numbers Every Investor Should Follow.]

Determining a proper investment allocation is critical. An outgrowth of your financial plan should be a plan for the allocation of your investment assets across all of your accounts. The allocation should reflect the goals you are trying to attain as well as your tolerance for investment risk.

Are you saving enough? Whether you want to fund your children's college education, save for retirement, or buy a new house, most financial goals mean periodic savings. The financial planning process will help you identify how much you will need to save periodically--and in total--for each of your goals.

What will happen to your assets upon your death? Most of us have someone to whom we would like to pass on whatever wealth we have accumulated during our lifetime. Estate planning is a central part of the financial planning process. Do you need a will or a trust? Are your beneficiary designations on retirement accounts and insurance policies up-to-date? What would happen to your assets if you died today? Is this what you intended?

[See What a Weak Dollar Means for Consumers.]

Are you properly insured? Do you have enough life insurance, and do you have the right kind of policy for your situation? Do you have disability and long-term care insurance? Do you need this coverage? A financial plan addresses all of these issues.

Are you fully using all of the benefits available to you through your employer? This question addresses issues from health insurance all the way to your retirement plan to any types of stock options or company stock benefit you may have access to. Benefits generally range from 30 percent to 40 percent or more of your cash compensation, so understanding what is available to you and how to best use these benefits is crucial.

These six reasons barely scratch the surface of why you need a financial plan. In general, the financial planning process can help you take a thorough look at all aspects of your financial life and organize them in the most efficient fashion for your situation.

[See 7 Ways to Stay Ahead of Inflation in Retirement.]

Finally, do you need to hire a financial planner to do all this? My answer is yes, but I am severely biased. What a good financial planner will do for you that you cannot do yourself is to take an objective, unemotional look at your situation. He will then apply his expertise, training, and experience to your unique financial needs. One last (biased) suggestion: Always hire a fee-only financial advisor, someone who does not earn a commission based on selling you a financial product. This eliminates a huge potential conflict of interest.

Remember: Financial planning is not a one-time event, but rather an ongoing process. The plan is a base from which to make financial decisions, but the plan can and should change over time based upon changes in your personal circumstances.

What are some other benefits of a financial plan? We'd love to get your thoughts--feel free to leave a comment below.

Roger Wohlner, CFP®, is a fee-only financial adviser at Asset Strategy Consultants based in Arlington Heights, Ill., where he provides advice to individual clients, retirement plan sponsors, foundations, and endowments. He recently cofounded Retirement Fiduciary Advisors to provide direct investment and retirement planning advice to 401(k) plan participants. Follow Roger on Twitter and LinkedIn.

Source : http://finance.yahoo.com/news/6-Reasons-You-Need-a-usnews-1695950137.html?x=0